Diantaramereka yang melakukan seperti ini diantaranya Ibnu Umar, Abu Hurairah, Imam Ali, dll. Sedangkan golongan para sahabat ada yang mewarnai rambutnya dengan berwarna hitam, pendapat ini ada diriwayatkan oleh Utsman bin Affan, kedua anak Imam Ali r.a Hasan dan Husain, Uqbah bin Amir, Ibnu Sirin, Abi Bardah, dll.
Bahkan dalam unggahannya di Instagram, Ganjar Pranowo 'dinobatkan' sebagai Ketua Perwakilan Rambut Putih Indonesia oleh salah satu pengisi acara yang dia hadiri. Warna rambut putih memang melekat dengan sosok diri Ganjar Pranowo dibanding para pemimpin di Indonesia lain. Selain Ganjar, beberapa pesohor di dunia rupanya juga ada yang memiliki rambut putih namun tetap terlihat menawan. Siapa sajakah mereka? Berikut adalah empat pria pemilik rambut putih seperti yang dilansir dari situs
Ayahkuadalah seorang pria yang disegani di lingkunganku, karena ayahku adalah anak dari seorang ketua preman atau lebih tepat gangster. Kakekku memiliki kekuasaan di wilayah dan sekilas melirik lagi ke gadis itu, Cantik, satu kata yang cocok untuknya, Rambutnya yang hitam dan panjang sepunggung, gigi gingsul dan lesung pipi yang menghiasi
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Kecaman China atas kunjungan Ketua House of Representatives AS Nancy Pelosi ke Taiwan berbuntut pada dipanggilnya Duta Besar China Qin Gang ke Gedung Putih. Ada dua pesan yang disampaikan oleh pemerintah AS kepada Gang melalui pertemuan tersebut.
Adaapa dengan si kuning tulisnya kemarin saat tahu rambutnya jadi pembicaraan. Ketua-ketua apa yang rambutnya putih. Ketua Yayasan Syam Organizer Jabar Firmansyah ditangkap Densus terkait dugaan terorisme. Berikut ini adalah 100 tebak-tebakan lucu 2020 beserta kunci jawabannya. Pasha terlihat telah menggunduk habis rambut pirang itu.
YX97yN. Pranala link ketua n 1 orang yang tertua dan banyak pengalamannya dalam suatu kampung dan sebagainya; 2 orang yang mengepalai atau memimpin rapat, dewan, perkumpulan, dan sebagainya;- kehormatan ketua perkumpulan dan sebagainya yang diangkat sebagai penghormatan; - muda wakil ketua; - umum jabatan tertinggi dari suatu organisasi partai, lembaga, panitia, dan sebagainyaberketua v ada ketuanya; mempunyai ketua;mengetuai v menjadi ketua; mengepalai; memimpin rapat, perkumpulan, dan sebagainya Pak Lurah ~ rapat pembangunan desa ✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI ini merupakan KBBI Daring Dalam Jaringan / Online tidak resmi yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata lema/sub lema. Berbeda dengan beberapa situs web laman/website sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya. Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi kata dan arti tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud dahulu Pusat Bahasa. Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan link yang mengarah ke situs ini tetap tersedia. Untuk mencari kata dari KBBI edisi V terbaru, silakan merujuk ke website resmi di ✔ Fitur KBBI Daring Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang reload/refresh jendela atau laman web website untuk mencari kata berikutnya Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema. Berikut beberapa penjelasannya Jenis kata atau keterangan istilah semisal n nomina, v verba dengan warna merah muda pink dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya belum semua ada keterangannya Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server Pranala Pretty Permalink/Link yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya Kata 'rumah' akan mempunyai pranala link di Kata 'pintar' akan mempunyai pranala link di Kata 'komputer' akan mempunyai pranala link di dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala link tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan. Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web website KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone Tablet pc, iPad, iPhone, Tab, termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa. ✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdiri dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya ajar,program,komputer untuk mencari kata ajar, program dan komputer. Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya dengan kosakata yang lebih banyak. Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline tidak memerlukan koneksi internet, silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email gmail com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas. Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website ini silakan klik Laporkan Iklan
Jakarta, - Bakal Calon Presiden Bacapres usungan PDIP Ganjar Pranowo mengungkap ciri-ciri partai yang akan mendeklarasikan diri untuk mendukung pencapresannya di Pemilu 2024. "Iya, sebentar lagi insyaallah di minggu depan ini akan ada partai lagi yang akan datang ke DPP, mudah-mudahan nanti bisa menambah kekuatan dan energi kita lah," kata Ganjar usai mengikuti kegiatan Konsolidasi Akbar Pemenangan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2024 yang digelar DPD PDIP DKI Jakarta, Minggu 4/6/2023. Ditanya mengenai ciri-ciri dari Ketua Umum partai tersebut, Ganjar hanya menyebutkan rambutnya putih. "Ciri-cirinya rambutnya putih," ujarnya. Terlepas dari guyonan tersebut, nyatanya pada Jumat 2/6/2023, PDIP sempat melakukan pertemuan dengan Partai Amanat Nasional PAN. Kedua partai ini diketahui membicarakan rencana untuk menjalin kerja sama di semua level, termasuk Capres dan Pilkada serentak 2024 mendatang. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto membenarkan bahwa PAN mengusulkan satu nama Bacawapres untuk mendampingi Ganjar. "Nama seperti ET Erick Thohir memang diusulkan oleh PAN sebagai salah satu calon wapres," kata Hasto. Namun ia mengatakan ada sejumlah mekanisme yang perlu dilalui sebelum penetapan nama bacawapres bagi Ganjar. Tak hanya melakukan komunikasi intens dengan sejumlah partai, Ganjar juga meminta izin kepada Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Ady Wijaya alias Aming untuk blusukan di daerah-daerah gang Jakarta. "Izin Bung Aming, saya akan menjadi selonong boy, untuk masuk ke gang-gang, untuk melihat posko-posko, untuk bertemu dengan kawan-kawan yang berada di garis depan perjuangan itu. Izin sebelumnya," ujar Ganjar dalam pidatonya. Saat ditanya mengenai agenda blusukan tersebut, Ganjar mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk sosialisasi sekaligus mengumpulkan aspirasi masyarakat. "Kami berkeliling karena memang diminta untuk sosialisasi maka kami memilih gang-gang, memilih ngobrol dengan masyarakat agar tahu apa sebenarnya yang dikehendaki oleh masyarakat dan kita menjadi paham betul karena kita ngobrol langsung dan merasakan langsung. Maka denyut nadi yang ada di masyarakat benar-benar bisa kita tangkap sehingga kelak kemudian ini bisa menjadi cerita untuk kemudian dibuatkan dalam suatu program," bebernya. Ditanya mengenai targetnya untuk daerah pemilihan DKI Jakarta, dengan optimis Ganjar mengatakan PDIP akan mendapatkan suara mayoritas di Pilpres mendatang. "Satu kata, menang," pungkasnya. Saksikan live streaming program-program BTV di sini Pengamat 60 Persen Keputusan Cawapres Ganjar Pranowo Akan Ditentukan Jokowi BERSATU KAWAL PEMILU Hasil Analisis 7 Bakal Calon Wakil Presiden Versi Ganjar Center BERSATU KAWAL PEMILU PPDB SMAN/SMKN Jateng 2023, Ganjar Tambah Kuota Kursi NUSANTARA Usbat Ganjar Edukasi Masyarakat Medan tentang Mandi Janabah NUSANTARA Berdayakan IRT Olah Produk UMKM, Kowarteg Gelar Pelatihan Pembuatan Kue NUSANTARA Cegah Banjir, Kajol Indonesia Ajak Masyarakat Tidak Buang Sampah di Sungai MEGAPOLITAN
Pernyataan Jokowi soal sosok pemimpin berambut putih menyita perhatian publik belakangan ini. Saat menemui para relawan dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno GBK, Jakarta, Sabtu 26/11 Jokowi menggambarkan sosok pemimpin berambut putih mencerminkan pemimpin yang benar-benar memikirkan rakyatnya. “Kalau wajahnya cling, bersih, tidak ada kerutannya di wajahnya, hati-hati, lihat juga. Kalau rambutnya putih semua nah ini mikirin rakyat ini,” ungkap Jokowi. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi berpesan kepada ribuan relawannya untuk benar-benar memilih pemimpin selanjutnya yang sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat, yang menurutnya bisa terlihat dari rambutnya yang berwarna putih dan memiliki kerutan di wajahnya. Publik pun sontak berpendapat bahwa pernyataan tersebut sebagai sinyal dukungan Jokowi untuk Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang berambut putih. Namun, kemudian ketika ditemui saat kunjungan kerja di Pontianak, Kalimantan Barat, Jokowi pun lantas menyebut berbagai sosok termasuk Ganjar di dalamnya. “Yang rambut putih kan banyak banget, Pak Basuki Menteri PUPR itu rambutnya putih, Pak Hatta Rajasa rambutnya putih, Pak Ganjar juga rambutnya putih, siapa lagi yang rambutnya putih, Pak Prabowo juga rambutnya agak putih,” tuturnya. Ia menyatakan, pernyataannya terkait pemimpin berambut putih boleh ditafsirkan apa saja oleh masyarakat. Namun ia menekankan bahwa ketika seseorang bekerja dengan sungguh-sungguh, sudah pasti akan berpengaruh kepada fisik orang tersebut. “Entah itu, misalnya saking mikirnya bener-bener keras kerutan wajahnya jadi banyak, termasuk juga rambut, kalau mikirnya sangat berlebihan dan keras, bisa saja rambutnya jadi putih,” tambahnya. Gimmick Politik Semata? Sekretaris Jenderal Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pernyataan Jokowi terkait dengan sosok pemimpin berambut putih hanyalah gimmick politik. PDIP, kata Hasto, menilai bahwa makna dari pernyataan Jokowi hanya menekankan pentingnya kesadaran semua pihak untuk mempersiapkan calon pemimpin yang baik, berkualitas dan berkesinambungan dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, hal ini penting mengingat pemimpin selanjutnya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, seperti krisis ekonomi global dan juga kondisi geopolitik yang belum juga stabil. Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto. Foto Nurhadi Ia juga tidak sependapat, seorang pemimpin yang baik hanya dinilai dari penampilan fisiknya semata. Menurutnya, banyaknya endorsement yang kerap disampaikan oleh Jokowi diyakini tidak merujuk kepada sosok tertentu. “Ya kalau rambut putih kan sekali lagi bukan persoalan orang per orang, dan kepemimpinan Pak Jokowi yang luar biasa di G20, Pak Jokowi tidak mungkin menyederhanakan pemimpin hanya dari sisi warna rambutnya. Maka saya tegaskan warna rambut boleh sama tapi pikiran dan hati serta kemampuan memimpin bisa berbeda, sehingga apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi bagi PDIP diyakini itu merupakan bagian dari gimmick politik, bagian dari upaya bagi Pak Jokowi di dalam membangun suatu kultur tentang pentingnya kepemimpinan masa depan,” ungkap Hasto kepada VOA. Ketika ditanya siapa sosok yang akan didukung oleh PDIP pada 2024 mendatang, Hasto mengatakan, partai belum memutuskannya. Menurutnya, dalam berkontestasi politik semua pihak seharusnya mengikuti aturan main yang berlaku. Berdasarkan aturan yang ada, parpol atau gabungan parpol baru bisa melakukan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Oktober tahun depan. “Sehingga PDIP di dalam seluruh tahapan pemilu berkomitmen mengikuti tahapan-tahapan dari KPU. Pendaftaran akan dilakukan setelah Ibu Mega mengambil keputusan pada momentum yang tepat. Saat ini yang disiapkan oleh KPU adalah pendaftaran calon DPD RI pada 6 Desember. Ketika kita mengikuti seluruh tahapan dengan baik, maka energi yang kita kelola untuk pemilu juga dapat dilakukan dengan baik. PDIP percaya pada saat ini adalah pergerakan ke bawah untuk membantu Pak Jokowi di dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang tidak ringan,” tuturnya. Penuh Simbol dan Makna Pengamat Politik Ujang Komaruddin mengungkapkan komunikasi politik yang dilancarkan oleh Jokowi selama ini memang penuh dengan simbol dan makna. Menurutnya, kebiasaan ini sudah dilakukan Jokowi ketika dirinya menjabat sejak 2014 lalu. Ia mencontohkan kehadiran penuh Jokowi pada acara ulang tahun Partai Gokar beberapa waktu lalu. Jokowi sebelumnya tidak pernah melakukan hal serupa dengan parpol lain. Menurutnya, itu adalah simbol kuat kedekatan yang sangar erat antara Jokowi dengan Golkar. Ia juga menilai bahwa sosok berambut putih yang digadang-gadang oleh Jokowi mengarah kepada Ganjar Pranowo, meskipun akhirnya Jokowi memberikan pernyataan tambahan dengan menyebut beberapa sosok lain seperti Prabowo Subianto. Menurutnya, dua sosok tersebutlah yang paling sering disebut oleh Jokowi. Menurut Ujang,sosok Puan Maharani sampai detik ini belum pernah disebut atau di-endorsed oleh Jokowi. “Saya melihat endorse yang dilakukan Jokowi ke Prabowo adalah simbol-simbol yang menurut saya belum tentu sebuah kenyataan karena disampaikan bukan pada relawannya. Sedangkan endorse yang disampaikan oleh Jokowi ke Ganjar yang di GBK kemarin kan ke relawan. Tapi karena banyak dikritik makanya Jokowi mengeles sehingga seolah-olah bukan Ganjar. Tapi kalau bicara politik belakang layarnya, Jokowi dukung Ganjar,” ungkap Ujang kepada VOA. Senada dengan Ujang, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai pernyataan Jokowi memang penuh dengan simbol dan makna. Meski begitu, menurutnya, itu tidak bisa dengan mudah ditafsirkan bahwa Jokowi mendukung sosok tertentu. “Besok puji Pak Prabowo, besok puji Mas Ganjar. Kemudian orang menterjemahkan rambut putih itu adalah Mas Ganjar, kemudian diklarifikasi oleh Pak Jokowi bahwa yang berambut putih juga adalah Pak Prabowo, yang kerut keningnya juga Pak Prabowo. Ini tidak bisa kita pegang omongannya. Jadi kode, simbol, atau gimmick politik Jawa ini, kita tidak bisa menterjemahkan secara lurus, bisa saja maknanya beda di balik itu, karena apa yang dilihat oleh Pak Jokowi belum tentu itu yang disampaikan, bisa saja apa yang dia lihat bisa saja dibalik itu ada makna politik yang ingin beliau sampaikan,” ungkap Pangi kepada VOA. Pangi lebih menyorot hubungan Jokowi dengan PDIP, di khususnya dengan Megawati Soekarnoputri yang sedang diujung tanduk. Pasalnya, hingga saat ini, belum pernah sekalipun Jokowi memberikan endorsement kepada Puan Maharani. “Ini menarik, karena orang-orang senang bicara rambut putih dan kening berkerut ketimbang soal bagaimana hubungan PDIP dengan Jokowi yang sekarang menurut saya ada di ujung tanduk karena relawan yang membuat eksistensi mereka terlalu kuat sehingga PDIP cukup terganggu dengan kondisi seperti itu,” pungkasnya. [gi/ab]